Di Sāvatthī. Pada saat itu, Raja Pasenadi dari Kosala telah memakan seporsi nasi dan kari. Kemudian, selagi masih kenyang, terengah-engah, Raja menghadap Sa
ng Bhagavā, memberi hormat kepada Beliau, dan duduk di satu sisi.
Kemudian Sang Bhagavā, memahami bahwa Raja Pasenadi kenyang dan terengah-engah, pada kesempatan itu mengucapkan syair berikut:
“Ketika seseorang senantiasa penuh perhatian,
Mengetahui kecukupan makanan yang ia makan,
Penyakitnya berkurang:
Ia menua dengan lambat, menjaga kehidupannya.”
…
Kemudian Raja Pasenadi dari Kosala setahap demi setahap mengurangi konsumsi makanan hingga semangkuk kecil nasi. Pada kesempatan lain, ketika tubuhnya telah menjadi cukup langsing, Raja Pasenadi dari Kosala menepuk badannya dengan tangannya dan pada kesempatan itu, ia mengucapkan ungkapan inspiratif ini:
Kemudian Sang Bhagavā, memahami bahwa Raja Pasenadi kenyang dan terengah-engah, pada kesempatan itu mengucapkan syair berikut:
“Ketika seseorang senantiasa penuh perhatian,
Mengetahui kecukupan makanan yang ia makan,
Penyakitnya berkurang:
Ia menua dengan lambat, menjaga kehidupannya.”
…
Kemudian Raja Pasenadi dari Kosala setahap demi setahap mengurangi konsumsi makanan hingga semangkuk kecil nasi. Pada kesempatan lain, ketika tubuhnya telah menjadi cukup langsing, Raja Pasenadi dari Kosala menepuk badannya dengan tangannya dan pada kesempatan itu, ia mengucapkan ungkapan inspiratif ini:
“Sang Bhagavā menunjukan kasih sayang kepadaku sehubungan dengan kedua jenis kebaikan—kebaikan dalam kehidupan sekarang dan kehidupan berikut.”
No comments:
Post a Comment